Rabu, 12 Juni 2013

Yang tercatat untuk direnungi...

Bismillah..

"sesederhana apapun, kejarlah mimpimu"

Kalimat itu saya dapat dari kutipan sebuah buku..cukup menyita waktu memang..ya hampir semalaman saya memikirkan kalimat singkat itu...*huhuhu lebih dasyattt dari ungkapan cin**...heeuuuuhhh#apasiiih*
Subahanallah...ternayata sungguh dalam makna dari kalimat itu...

Ya..sesederhana apapun, kejarlah mimpi mu kawan..apapun itu...apapun yang membuat dirimu lebih bisa bermanfaat bagi orang lain (karena sebaik2 kita adalah yang paling bermanfaat bagi saudara kita), apapun yang membuat hati dan dirimu tersenyum tulus (karena kebahagiaan hakiki adalah ketika kita mampu dengan lapang tersenyum kepada diri kita), ya apapun itu kawan...kerjarlah..tak perlu menunggu esok...hari ini dan sekarang..kejarlah...bila kau bisa berlari..maka berlarilah..hingga tak terlihat lagi bayang mu, jika pun tak mampu maka berjalan cepatlah..kejarlah...bahagiakan hati mu..esok tak mampu memnjamin mentari masih bersinar untuk kita...

Bukankah hidup ini harus terus diperjuangkan..harus diteruskan...seberat apapun itu kawan..yakinlah Allah tidak pernah memberikan dugaan dalam hidup kita diluar kesanggupan kita..yang perlu kita lalukan adalah melapangkan hati dan pikiran kita...mengikhlaskan diri kita pada takdir yang telah Allah pilihkan untuk kita..berbaik sangka pada setiap rencana Allah..menjalani dengan kesyukuran..insyaAllah semua adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk kita..percayalah kawan...semoga kita terhindar dari menduga-duga akan takdir kita, hingga membuat kita bersu'udzon terhadap hidup kta sendiri..na'uzubillah..

Yakinlah kawan..Allah dekat..dan sangat dekat..
mari tersenyum dan katakan pada diri " InsyaAllah..Allah selalu bersama ku, maka tidak ada yang perlu aku khawatirkan"

Yakinlah kebaikan apapun yang Allah takdirkan untuk kita, tidak akan pernah tertukar dengan orang lain..apapu itu..




Sepenuh cinta,
Ruhmi Annisa' JKasim


#meres sapu tangan....
*nangisssswoyyyy* .







Rabu, 20 Februari 2013

Menilai Diri Sendiri

Oleh: Ust. Anis Matta., Lc

Para pahlawan mukmin sejati selalu mengetahui kadar kepahlawanan dari setiap perbuatan dan karyanya. Maka tidak bisa membesar-besarkan nilai perbuatan dan karya mereka jika kadar kepahlawanan dalam perbuatan dan karyanya itu secara objektif memang tidak ada atau sedikit. Demikian pula sebaliknya.

Mereka juga mengetahui letak sisi kepahlawanan mereka. Sebab, tidak ada orang yang bisa menjadi pahlawan dalam segala hal. Maka, mereka menempatkan diri pada sisi dimana mereka bisa menjadi pahlawan. Mereka tidak pernah memaksakan kehendak dan juga tidak pernah melawan kodrat mereka. Mereka yang merasa hanya bisa menjadi pahlawan dalam perang, tidak akan pernah memaksakan diri menjadi pahlawan dalam ilmu pengetahuan.

Menilai diri sendiri adalah seni yang paling rumit dari sekian banyak keterampilan jiwa yang harus dimiliki seorang pahlawan. Sebab, inilah saat-saat yang paling menentukan sejarah kepahlawanan mereka, sekaligus menentukan jalan masuk mereka kepada sejarah sebagai pahlawan.

Seni ini dimulai dari pengamatan yang mendalam tentang peta diri sendiri. Setelah itu, berlanjut pada penemuan letak kepahlawanan mereka. Setiap ditahap ini, seni itu belum terlalu rumit. Seni itu akan menjadi rumit menakala memasuki penilaian tentang karya dan perbuatan mereka. Sebab, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk membesarkan dirinya sendiri melampaui kadar yang sebenarnya. Karenanya, letak kerumitan dari seni penilaian ini ada pada pertarungan antara kecenderungan membesarkan diri sendiri dengan keharusan bersikap objektif yang sudah menjadi sifat sejarah yang niscaya dalam menilai para pahlawan. Inilah pertarungan antara megalomania dengan objektivitas. Simaklah firman Allah tentang kecenderungan ini, “Jangan sekali - kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang bergembira dengan apa yang mereka kerjakan; janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dan siksa, dan bagi mereka siksaan yang pedih.” (Ali Imran: 188).

para ilmuwan mengalami pertarungan ini, ketika menilai manakah dari karya-karya mereka yang paling monumental dan dimanakah letak kedudukan karya-karya ilmiah mereka itu dihadapan para ilmuan lain yang sejenis. Para sastrawan mengalami pertarungan ini, ketika mereka menilai manakah karya-karya sastra mereka yang paling abadi dan dimanakah letak kedudukan karya sastra itu diantara karya-karya para sastrawan lainnya? Para pemimpin perang juga mengalami pertarungan ini, ketika menilai manakah pertarungan yang dimenangkannya yang paling monumental, dan dimanakah letak kehebatannya, jika dibanding kehebatan para pemimpin perang lainnya dalam jenis perang yang mereka menangkan? Para pemimpin politik dan dakwah juga mengalami pertarungan ini ketika mereka menilai jejak-jejak kepemimpinan mereka tentang dimanakah letak kehebatannya dan seperti apa nilai kehebatan itu dibanding jejak-jejak para pemimpin lain dalam bidang politik dan dakwah?

Mempertahankan objektifitas di depan godaan megalomania adalah pekerjaan jiwa yang paling rumit yang senantiasa akan dirasakan oleh para pahlawan. Cobalah simak cara seorang khalifah dari Zaman Abbasiyah menilai dirinya, “Saya tidak akan pernah bangga pada prestasi yang saya capai, tapi sebenarnya tidak saya rencanakan. Tapi saya juga tidak akan menyesali setiap kegagalan yang saya alami, selama saya sudah merencanakan semuanya dengan baik sebelum melakukannya.”


*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Rabu, 13 Februari 2013

Penuuuh..*__*

Assalamu'alaikum,wr,wb.
Sobat Pembaca yang baik hatinya..*__*


Alhamdulillah hari ini genap sebulan Rumah Pelanggi Senja mewarnai dunia...(sihiiyy**)..
Oya selasa kemaren Rumah Pelangi Senja kedatangan teman baru lho sob, ada dek Irgi, dek Imam, dinda Zulaikha dan Vina, jadi hingga hari ini jumlah adik-adik dirumah pelangi senja ada 37 orang..__=))

Dan tau ngguaaak sob, kalau lagi full adek-adeknya datang semua, Rumah Pelangi Senja sesak bangetttttzzzz....Yaaahhh namanya juga ruanganya sempit sobb.....*ayuuk kaaak ruhmi gede'in lagi tu ruangan*^^..

Heemmm macem-mecem dech tingkahnyaa...
Ada yang nangkring dibangku...Menyindiri disudut ruangan sambil baca buku ( eh..buku "Belajar Selezat Cokelat jadi rebutan lho sobb)..ada yang nempel-nempel sama akuuh..ada yang sibuk lari sana-sini, ada yang bergelut, ada juga yang foto dengan berbagai ekspresi...ada jugaaa yang bengongg...

Wuiiihhhh..kalau udah ribut diluar kendali..langsung dech akuuh keluarin suara emass ku *pyuuh* ... "Diaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmm"...
heee..langsung disambut sama adik-adik "kaak suara kakak cempreng, sakit telinga dengernya"...
*asyemm lempar sendal nee anak*..__^

hemmm...apalagi kalau akang somay/bakso lewat.....adik-adik di RPS pada hebooh...."kaaak permisi dulu yaaahh" kabuuur ngejar tu akang somay..
Akuuh..*meringis doang sambil lihatin tu adik-adik*

Oya sobb, InsyaAllah mulai bulan ini RPS bakal ngasih reword kepada adik-adik yang hapalannya paling banyak lho...Alhamdulillah selama 1 bulan menghapal di RPS udah ada lho adik kita yang hapal 1/2 juz 30 ..Semoga saja dikemudian hari RPS bisa menambah daftar hafidz/hafidzah di indonesia..*Aamiin ya Rabb* (Hayoo..Kak Ruhmi nya kapan jadi Hafidzahh??-red)...InsyaAllah..=))

Naaah,,,jadi sobat pembaca yang baik hatinya, kalau mauu bantuin kaak Ruhmi untuk menyediakan rewordnya boleeeh banget ya kaaan kaaak ...*Ngareep..((*

Udaaahhh duluuu aaahhh..*__*

Sepenuh Cinta, 
Ruhmi Annisa' Jkasim
2 Rabiul Akhir 1434 / 1:30 PM 

Selasa, 12 Februari 2013

Sesungguhnya..

Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takkan ber bunga

Kucuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Kucuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takakan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga kutahu
Syukurku hanyalah milik Mu..

*Lyrics by Raihan-Sesungguhnya*